Welcome to Recipes By Rina

Recipes by Rina: Sweets, Treats, and More

Cakes

Check out my cake recipes

Breads and Rolls

I also have awesome breads and rolls recipes

Drinks and Desserts

freshen your day with these drinks and desserts recipes from my blog

Cookies

Kids love cookies, I love cookies, I bet you love cookies too

Jul 8, 2016

Baked Chicken Breast Resep Ayam Panggang Mudah Dan Enak

Hai, kali ini saya bikin masakan berbahan ayam lagi yang namanya Baked Chicken Breast alias dada ayam panggang. Sebenarnya saya agak galau mau bilang "roasted" atau "baked" tetapi setelah saya pikirkan maka saya rasa resep ini lebih cocok disebut baked dengan pertimbangan bahwa ayamnya dipanggang dalam keadaan tertutup rapat dan suhunya tidak lebih dari 180°C, kalau bahasa Indonesianya sih sama saja ya tetap disebut dipanggang.

Kalau Anda sudah lama mengikuti postingan saya di blog dan facebook, pasti tahu kalau saya itu (menurut standard Indonesia) masuk ke golongan orang "tidak bisa masak" hahaha, maka sudah pasti kalau saya sampai masak, berarti resepnya super mudah dan tidak banyak bumbu. Ga percaya? Coba saja lihat resep ini.
High protein, Tender & juicy baked chicken breast
Baked Chicken Breast
by Rina Laurence
Bahan-bahan    Ingredients
  • 2 dada ayam tanpa tulang & kulit, masing-masing 141gr   2 boneless skinless chicken breasts, 5oz each
  • Daun bawang secukupnya    scallions, around 8" or so
  • ¼ cup barbecue sauce
  • ¼ sdt bubuk bawang putih    ¼ tsp garlic powder 
  • garam & merica secukupnya  salt and pepper to taste
Each chicken breast weigh 5 oz (141 gr) | yang tertarik untuk beli timbangan digital seperti yang saya gunakan pada foto ini, check out instagram saya @recipesbyrina atau pesan langsung lewat LINE recipesbyrina 
Cara membuat   Instructions
  1. Potong-potong atau sobek daun bawang   cut or chop or rip scallions as you wish
  2. Campur barbecue sauce dengan bawang putih, garam, dan merica    mix barbecue sauce with garlic powder, salt and pepper 
  3. Kerat-kerat dada ayam, oleskan saus merata, beri daun bawang     Thin slice the surface of each chicken breast and marinade them well, add scallions slices 
  4. Simpan ayam di freezer semalaman terbungkus rapi di dalam aluminum foil     Wrap the marinated chicken breasts with aluminum foil, keep in the freezer overnight 
  5. Panaskan oven, panggang ayam selama 30 menit di suhu 180°C sampai matang.     Heat the oven at 375°F, bake chicken at 360°F until done
  6. Angkat, Keluarkan dari bungkusan aluminum foil dan sajikan panas dengan sayuran kukus & saus favorit Anda.     Unwrap, serve hot with favorite blanched or steamed vegetables and your favorite sauce!
Notes:
  1. Saya tidak pakai garam, tapi di resep saya cantumkan garam karena biasanya orang suka pakai garam.
  2. Garam bisa diganti dengan kecap asin jika suka
  3. Kalau mau pakai minyak zaitun atau lumeran mentega, tambahkan 3sdm di campuram sausnya.
  4. Mau pakai ayam dengan tulang dan kulit? Silahkan saja. Saya pilih untuk membuang kulitnya karena lebih sehat dan saya memang tidak suka kulit ayam :p

PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jul 4, 2016

Cocoa Cookies


Resep kali ini tetap mudah seperti resep lainnya di blog ini. Setelah 4 hari baking kue-kue untuk sajian hari raya, termasuk si botak sexy bercahaya (nastar), di babak terakhir saya putuskan untuk membuat kukis yang super mudah saja. Dengan  bahan-bahan yang cukup sederhana dan proses pembutan yang tidak rimit, resep ini bisa dibuat bahkan oleh orang yang baru belajar baking.


Cocoa Cookies
by Rina Laurence
Bahan-bahan  Ingredients
  • 2  cups (240gr) terigu protein rendah  cake flour
  • ⅓ cup (±36gr) cokelat bubuk natural  natural cocoa powder
  • ¼ sdt garam   ¼ tsp salt
  • 1 cup (2 US sticks/220gr) mentega tawar, suhu masih agak dingin  cool unsalted butter
  • ½ cup brown sugar

Cara membuat    Instructions
  1. Ayak terigu, cokelat bubuk, & garam    sift flour, cacao powder, and salt
  2. Potong-potong mentega dan aduk dengan brown sugar sampai tercampur rata, bisa pakai pastry blender atau garpu       Cut butter into small cubes, mix  well with brown sugar using a pastry blender or a fork
  3. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit dan aduk sampai rata dan kalis, istirahatkan adonan dalam keadaan tertutup di lemari es minimal 30 menit    Fold in flour mixture gradually and mix well until well incorporated and non sticky, wrap and rest the dough in the fridge for at least 30 minutes
  4. Ratakan adonan, gilas pipih diantara 2 silpat supaya tidak lengket, sesuaikan ketebalannya, cetak sesuai selera, tata di loyang kue kering   roll flat the dough in between 2 silicone mats, cut as you wish, line in a cookie sheet
  5. Istirahatkan lagi adonan yang sudah dicetak di dalam lemari es selama 15 menit, lalu panggang di 160°C sampai matang merata sekitar 20menut (waktu ini adalah durasi YANG SAYA BUTUHKAN SAAT MEMANGGAN KUKIS DI FOTO TERSEBUT, waktu yang Anda butuhkan bisa saja berbeda karena ini tergantung ukuran kukisnya, jenis loyang, berapa loyang di dalam oven, dan jenis oven yang digunakan, so please help yourself ya haha check kira-kira sudah matang atau belum)   Rest the dough once again for around 15 minutes and then bake the cookies im a preheated oven at 330°F/160°C until done.
  6. Setelah kukis matang, diamkan sebentar di loyang lalu pindahkan ke cooling rack sampai dingin sempurna sampai ke bagian terdalam. Simpan di wadah kedap. After done baking, let cookies rest in the sheet for a little bit and transfer them to cooling racks and cool completely before storing them in a jar.
Cooling process

Notes:
  1. Cokelat bubuk natural rasanya lebih pahit dari dutched cocoa, kalau mau pakai dutched cocoa juga  boleh nanti warnanya jadi lebih gelap tapi rasa cokelatnya tidak sepekat kalau pakai natural cocoa powder.
  2. Mentega boleh diganti dengan margarin, tidak perlu didinginkan. Ini tentu mempengaruhi rasa dan aroma karena mentega mengandung susu dan lemak lebih tinggi sehingga kukisnya lebih enak yang pakai mentega.
  3. Brown sugar boleh diganti dengan gula pasir (mau dihaluskan dulu juga boleh). Nanti hasilnya tentu berbeda dari segi rasa dan aroma, karena brown sugar jauh lebih enak dan wangi.

PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jul 3, 2016

Low Fat High Protein Chocolate Cake


Jangan tertipu fotonya yang kelihatan padat, aslinya ini seperti sponge cake pada umumnya (empuk lembut)
Resep ini hasil iseng memanfaatkan sisa baking kue kering yang menyisakan banyak sekali putih telur. Sebenarnya putih telur bisa dijadikan high protein smoothie dicampur dengan buah dan sayur dan diminum sebagai sarapan tapi saya kurang sreg bikin smoothie pakai putih telur yang tidak dipasteurisasi terlebih dulu, maka saya coba saja bikin cake pakai putih telur tersebut.

Resep Chocolate Cake ini selain rendah lemak dan tinggi protein, saya buat tanpa bahan pengembang tambahan sama sekali. Iya, serius, beneran, resep tanpa baking powder, baking soda, atau emulsifier sintetis, alias tanpa SP, TBM, Ovalette, dan sejenisnya. Pengembang cake ini murni dari putih telurnya saja dan karenanya maka Anda diharapkan sudah menguasai teknik pengocokan putih telur dan teknik aduk balik jika ingin mencoba resep ini. Bagi pemula, saya sarankan untuk menonton video atau mencari informasi lebih mengenai kedua hal tersebut sebelum mencoba resep ini ya, supaya resiko kegagalannya lebih kecil, kalau tiba-tiba nekat nyoba bikin tanpa ada setidaknya basic knowledge tentang cara mengocok putih telur dan cara aduk balik, resiko kegagalannya sangat besar.

Penasaran dengan teksturnya dan takut cakenya tidak lembut karena kurang lemak? Jangan khawatir, cake ini super  spongy, kalau ditekan dia kembali ke bentuk semula seperti sponge cake pada umumnya. Yang membedakan hanya kadar lemaknya jauh lebih rendah karena tidak ada kuning telur dalam adonannya.

Jenis cakenya sponge cake, metode pembuatan adonannya pakai metode chiffon. So, imagine the texture ;)

Chocolate Cake
by Rina Laurence 
Bahan-bahan     Ingredients 
  • 300gr (10.5oz) putih telur    egg whites
  • 1 sdm sari lemon (perasan lemon)   1 Tbsp lemon juice
  • ⅔ cup (160gr) gula pasir     white sugar 
  • 1 cup (120gr) terigu protein rendah   cake flour, spooned & leveled
  • ¼ cup (±28gr) cokelat bubuk dutched   dutched cacao powder
  • 2 sdm whey protein concentrate/isolate*
  • ¼ sdt garam  ¼ tsp salt 
  • ⅓ cup (80ml)  minyak   vegetable oil 

Cara Membuat  Instructions 
  1. Campur lalu ayak terigu, cokelat bubuk, whey protein powder, & garam  sift flour, cacao powder, whey protein powder, & salt, set aside  
    Baking pakai measuring cups itu praktis, yang mau beli measuring cup seperti pada foto ini dan perlengkapan baking lainnya bisa check instagram saya di @recipesbyrina
  2. Kocok putih telur speed rendah sampai berbusa-busa, masukkan sari lemon, lanjutkan mengocok sampai berbuih-buih dan mulai kelihatan putih. Masukkan gula dalam 3 tahap sambil terus mengocok putih telur sampai kelihatan mengkilap dan kaku (stiff peak).  Beat egg whites until looks bubbly, add the lemon juice and continue beating until super foamy. Beat in sugar gradually in 3 batches and keep beating until it looks shiny and stiff. 
    Tahap pengocokan putih telur
  3. Ambil adonan putih telur secukupnya dan campurkan dengan campuran terigu, aduk rata, beri sedikit minyak, aduk rata.   Spoon a little bit of the meringue (egg white mixture) into the flour mixture, add a little bit of the oil and mix well.
  4. Ambil sepertiga bagian putih telur, campurkan ke adonan berwarna coklat, aduk balik, beri sedikit minyak, aduk balik sampai rata. Ulangi langkah ini sampai putih telurnya habis dan adonan tercampur rata. Lakukan dengan cepat dan pasti, AWAS, JANGAN SAMPAI ADONAN TURUN!  Fold ⅓ of the remaining egg white meringue into the chocolate mixture, add a little bit of the oil and fold until well incorporated. Repeat this step until no more meringue is left. Do it gently but sure, pay attention to aeration.
  5. Tuang adonan ke loyang tube (tulban) diameter 20cm, panggang segera di suhu 180°C selama 20 menit lalu lanjutkan memanggang di 160°C selama 15 menit .   Transfer the batter into 8" (20cm) tube pan, bake in a preheated oven at 350°F/180°C for 20 minutes, continue baking for another 15 minutes at 320°F/160°C until done.
  6. Diamkan cake di dalam oven sekitar 10 menit  barulah dinginkan di cooling rack sampai benar-benar dingin. Lebih nikmat setelah dibiarkan di suhu ruang semalaman sebelum dimakan. Potong-potong saat akan disajikan. Let the cake sit in the oven for around 10 minutes, transfer onto cooling rack and let cool completely.   
    Proses cooling
    Jangan lupa turunkan suhu setelah memanggang 20 menit ya, supaya hasil akhirnya ngga retak begini
Note:
  1. 300gr putih telur didapatkan dari ±7 butir telur utuh, silahkan timbang sendiri ya, saya tidak tahu pasti berapa jumlah telurnya karena pakai stock putih telur sisa bikin  kue kering, jadi tinggal tuang  & timbang saja.
  2. Saya bikin cake ini pakai putih telur DINGIN dari lemari es tanpa didiamkan dulu. Saya sarankan Anda bikin cakenya pakai putih telur suhu ruang. Saran ini bukan karena khawatir ngga mengembang, putih telur dingin bisa tetap mengembang ko, tapi sumpah mixer putih telur dingin sampai stiff peak butuh waktu luamaaa banget, jadi lebih baik gunakan putih telur suhu ruang saja kecuali jika Anda ingin merasakan derita yang sama haha.
  3. Whey protein powder tidak wajib digunakan, tidak akan berpengaruh pada tekstur maupun rasa, gunanya hanya untuk menambah kadar protein saja bagi yang sedang dalam pola makan tinggi protein seperti saya ;)
  4. Sari lemon bisa diganti dengan CTT (cream of tartar) dengan takaran ⅓nya, 1sdt untuk satu resep ini. Alternatif lain pengganti sari lemon adalah plain yogurt dengan takaran yang sama seperti di resep. Jangan pakai yogurt drink (minuman botolan rasa yogurt), yogurt yang saya maksudkan adalah yang kental tanpa rasa.
  5. Simpanlah cake ini di WADAH BERSIH TERTUTUP DI SUHU RUANG, jangan disimpan di lemari es. Dengan kondisi penyimpanan yang baik, cake ini bisa bertahan lembutnya lebih dari 3 hari.
  6. Sekali lagi saya ingatkan, meskipun bahan-bahan dan langkah pembuatannya sangat sederhana, resep ini bukan untuk pemula. Jika Anda pemula, silahkan cari tahu dulu cara mengocok putih telur yang benar dan teknik aduk balik sebelum mencoba resep ini. Bisa cari di YouTube dan perhatikan caranya, setelah ada gambaran cara mengocok putih telur dan teknik aduk balik, barulah coba praktekkan resep ini. Good luck ;)

Lembutnya tahan lama...
PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

 SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jun 18, 2016

Champ Cookies

Champ (CHocochips Almond Matcha Perfect!) Cookies. Perpaduan rasa & tekstur yang memanjakan pecinta matcha dan kukis pada umumnya. Perhatikan penggunaan bahan dan cara membuatnya (mengganti bahan dan melanggar tahapan pembuatan sudah pasti merubah rasa dan tekstur.

Champ Cookies, Matcha cookies with chocochips and sliced almonds
Champ Cookies
by Rina Laurence www.recipesbyrina.com
Bahan-bahan:
  • 3/4 cup (170 gr) mentega, masih agak dingin 
  • 1/2 cup (110 gr) gula pasir, haluskan
  • 1 kuning telur besar. Tidak usah pakai kalau vegan
  • 2 1/4 cup (315 gr) terigu protein rendah, wajib diayak!
  • 1/4 cup (30 gr) pure matcha kualitas super. Kualitas matcha menentukan rasa & warna!
  • 3 sdm (25 gr) susu bubuk. Tidak usah pakai kalau vegan
  • 1/8 sdt (secubit kecil) garam halus. Pakai ¼ sdt kalau pakai garam kosher
  • Secukupnya Bake stable chocochips (yang ngga meleleh waktu dioven) & chopped/sliced almonds
Cara Membuat/Methods:
  1. Campur mentega, gula, kuning telur sampai sekedar rata saja pakai mixer speed rendah sebentar lalu keruk & aduk pakai spatula seperlunya, bisa juga dicampur pakai whisk atau garpu
  2. Campur terigu, matcha, susu bubuk, & garam. Aduk rata pakai garpu atau whisk, lalu ayak 2x.
  3. Masukkan campuran terigu ke wadah berisi campuran mentega sedikit demi sedikit sambil diaduk pakai spatula.
  4. Masukkan chocochips & almonds, aduk rata sebentar.
  5. Ambil adonan pakai sendok takar ukuran 1 sdm, letakkan di loyang kukis beralas silicone liner (silpat), beri jarak secukupnya. Simpan di lemari es minimal 30 menit. Yang belum punya sendok takar & silpat, bisa beli di saya, check IG recipesbyrina.
  6. Panaskan oven di suhu 160°C, panggang kukis sampai matang sekitar 15 menit. PENTING! Langkah ini tidak boleh dilanggar: Keluarkan kukis dan biarkan di loyang sebentar, pindahkan ke cooling racks sampai benar-benar dingin, barulah simpandi dalam wadah kedap. Yang mau beli cooling rack berkualitas, silahkan hubungi saya lewat FB/IG/LINE: recipesbyrina.
NOTES:
  1. MENTEGA: saya pakai Lurpak. Mentega bisa diganti dengan BOS (butter oil substitute). Yang vegan silahkan pakai vegan butter. Yang mau pakai margarin juga silahkan, tapi akan berbeda sedikit teksturnya
  2. GULA: Sengaja pakai gula pasir. Haluskan gula pasir dengan cara diblender atau ditumbuk halus. Pakai gula halus siap pakai juga bisa, tapi rasa manisnya akan berkurang sedikit. Ini bisa diakali dengan menambah jumlah chocochips
  3. Bahan pelengkap diganti dengan kacang mede, pecan, kenari, macadamia, atau bahkan wijen juga enak
  4. Penggunaan sendok takar dan silpat penting untuk hasil maksimal. Kukis jadi seragam ukurannya, matang merata, tidak gosong bawahnya dan tidak meleber saat dipanggang. Cooling rack memastikan kukis mengalir keluar panasnya dan benar-benar sudah dingin saat disimpan, ini membuat kukis lebih tahan lama, tidak melempem atau berjamur, tanpa harus menambahkan bahan pengawet. Silahkan hubungi saya by FB/IG/LINE recipesbyrina jika tertarik dengan alat baking tersebut.
PENTING
Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa.
Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jun 9, 2016

Protein Powder


Pertanyaan paling sering saya terima belakangan ini:

1. PROTEIN POWDER
Q: Kenapa di postingan-postingan yang baru selalu ada bahan yang bernama protein powder? Apa sih protein powder itu dan belinya dimana?

A: Postingan saya tentunya adalah hasil baking/cooking saya sendiri dan apa yang saya buat tentunya saya konsumsi sendiri dan disesuaikan dengan pola makan yang saya jalani. Di bagian catatan selalu saya berikan informasi bahwa protein powder itu tidak wajib digunakan. Jika Anda tidak terlalu mementingkan asupan protein dalam pola makan Anda, maka tinggalkan saja bubuk protein yang tercantum dalam postingan saya karena sifatnya memang tidak wajib, ini hanya sebagai tambahan agar kebutuhan protein harian saya terpenuhi.

Protein powder itu hasil extraksi dari susu ataupun kacang-kacangan yang dikonsumsi untuk siapapun yang membutuhkan asupan protein extra di pola makannya. Protein memperlambat rasa lapar (protein lebih lama dicerna, in a good way ya bukan seperti gluten yang sulit dicerna tapi tidak baik efeknya untuk tubuh) & juga bermanfaat untuk mempertahankan massa otot sehingga tubuh lebih fit dan saat kita beraktivitas berat yang akan disasar tubuh sebagai sumber energi adalah lemak, bukan otot.

Beli dimana? Di toko khusus supplemen fitness. Merek dan jenisnya sesuaikan kebutuhan tubuh dan daya beli masing-masing.


Jun 6, 2016

Nastar Lembut a la Rina Laurence Soft Pineapple Tartlets

Nastar ini ngeprul kalau kata orang Jawa & Sunda, bahasa Indonesianya kira-kira lembut dan lumer di mulut begitu lah. Jangan takut nastarnya rapuh, nastar ini tetap kokoh dan tidak mudah hancur saat ditumpuk dan dikemas ke dalam toples, tetapi saat digigit dan menyentuh lidah langsung pyar... membuai kita dengan kelembutannya.
Yang ini trial pertama, belum cantik. Foto trial kedua lebih cucok :D

Basic resepnya dari nastar a la mama saya yang terakhir saya cicipi waktu SD hahaha yeah, my mom has stopped baking  a while ago, dan pastinya dapat referensi juga dari klasik NCC yang pasti sudah banyak yang tahu lah yaa. Hasil nyoba resep yang berbeda dengan segala kelebihan dan kekurangannya (menurut standard saya lhooo ya), maka terciptalah resep nastar yang super yummy ini (chiyeee muji hasil kreasian sendiri). Untuk olesannya, supaya warnanya bagus tanpa tambahan pewarna, saya menggunakan telur beromega 3&6 yang warnanya jingga pekat bahkan agak kemerahan.

Nastar Lembut a la Rina  Soft Pineapple Tartlets
by Rina Laurence www.recipesbyrina.com
Bahan-bahan   Ingredients:
  • 1 cup (220gr) mentega tawar, masih agak dingin, jangan suhu ruang  fairly cold unsalted butter 
  • ⅓ cup (75gr) shortening (mentega putih kualitas bagus)  vegetable shortening
  • 2 kuning telur ukuran besar  egg yolks
  • ¼ cup (4 sdm) gula bubuk  confectioner sugar
  • 3½ (420 gr) tepung protein rendah, tambah sedikit jika perlu   cake flour/low protein flour/soft flour, add a little bit more if necessary
  • 2 sdm tepung custard  2 Tbsp custard powder
  • dash of salt 
Isian  Filling:
  • Selai nanas kalis,bentuk bulat dengan takaran 1/2 sdt.  Resepnya ada disini   homemade pineapple jam roll into small balls of 1/2 tsp volume, click here for recipe
Olesan   Egg wash:
  • 2 kuning telur beromega 3 & 6    egg yolks
  • ½ sdt madu  ½ tsp honey
  • ½ sdt air   ½ tsp water
Cara Membuat   Instructions:
  1. Campur mentega, shortening, kuning telur, dan gula, aduk pakai spatula atau whisk sampai sekedar rata saja. Proses ini cuma memakan waktu beberapa detik lho ya, ngga sampai hitungan menit. Mix butter, shortening, egg yolks, and  powdered sugar with spatula or a baloon whisk until incorporated. It only takes a few seconds to do it, so make sure to not over mix or else the tartlets will not come out great.
  2. Ayak terigu bersama dengan tepung custard dan garam. Sift flour together with custard powder and salt
  3. Masukkan campuran tepung ke dalam adonan mentega sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata dan kagak kalis. Fold in flour mixture gradually until incorporated and no longer sticky.
  4. Ambil 1 sdt adonan, bulatkan, lalu pipihkan dan isi dengan bola selai nanas, segel dan bentuk bulat rapi. Take a teaspoon of dough, roll into a ball shape, flatten and fill with the pineapple jam ball, seal and roll into a ball again.
  5. Tata nastar di loyang beralas silpat (mau? bisa order di saya ya hahaha iklan ah sedikit) Istirahatkan di lemari es minimal 30 menit supaya adonan stabil saat dipanggang. Line all the tartlets on a cookie sheet or a cookie baking tray lined with a non stick silicone baking mat (silpat). Let rest in the fridge for at least 30 minutes until completely firm.
  6. Panggang nastar di oven suhu 170C selama 12 menit, keluarkan, biarkan agak dingin, oles 2x. Yuppp ngga salah suhu, memang segitu suhu yang saya gunakan dan hasilnya tidak mengecewakan. Bake in a prehetaed oven at 340F (170C) for around 12 minutes, take out from the oven and cool, wash twice.
  7. Panggang lagi di suhu 150C sampai matang merata sekitar 8-10 menit, rajin-rajin dilihat dan pakai perasaan saja,. Angkat, cooling, simpan di wadah kedap. Bake again for around 8 to 10 minutes at 300F (150C) until completely done. Cool and keep in an airtight container.

Hasilnya sekitar 90 kukis dengan takaran adonan 1 sdt dengan isian ½ sdt, memenuhi 2 toples persegi ukuran 500gr. Hasil dalam takaran jumlah maupun berat pasti berbeda-beda disesuaikan dengan ukuran, seberapa besar dan berat isiannya dan aneka faktor lainnya, jadi jumlah 90 kukis yang saya hasilkan itu tidak bisa jadi patokan.

PENTING:
Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING  boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jun 5, 2016

Aneka Bahan Pengganti Telur Egg Replacer Ingredients

Sebelum salah paham, harap diperhatikan bahwa bahan-bahan berikut ini digunakan BUKAN SUPAYA IRIT ataupun karena ingin untung selangit tanpa menambahkan telur ke dalam adonan. Jika motif Anda membuka artikel ini karena ingin irit dan mengejar untung selangit, maka Anda salah tempat. Sampai saat ini saya masih belum memiliki mentalitas demikian sehingga bisa dipastikan meskipun ini adalah artikel mengenai bahan pengganti tetapi tetap saja kandungan gizi tidak diabaikan, bahkan sebagian dari bahan pengganti  telur ini ada yang harganya lebih mahal dari telur itu sendiri. Tujuan saya posting bahan pengganti telur ini supaya yang vegan atau memiliki alergi telur bisa ada gambaran alternatif bahan apa saja yang bisa digunakan saat ada resep yang membutuhkan telur. Artikel ini juga berguna bagi Anda supaya tidak mati gaya saat ingin baking tapi ternyata stock telur habis. Fungsi bahan-bahan ini bukan sebagai salah satu pengembang seperti telur tetapi tetap jadi salah satu bahan basah yang berfungsi sebagai PENGIKAT dan pelembut adonan.

Before anyone missunderstand my post, I'd really like to let you know these ingredients are used as egg replacer not because I want to teach you to be super frugal and what not, I also don't teach you how to gain more profit by cutting eggs from the recipe, that's not the point at all from this post. This article is pure about giving you ideas that eggs can be replaced by some other ingredients, in case you have some kind of allergies or just happen to not have any egg left on the kitchen counter.

Bahan-bahan berikut ini tentu masih mengandung gizi dan sebagian bahkan memiliki kandungan gizi yang lebih baik dari telur. Perbandingan berikut ini adalah untuk sebutir telur, silahkan kalikan sendiri jika dalam satu resep butuh lebih dari sebutir telur. There's no doubt that these ingredients have tons of great nutritions, some even have better nutritions than the egg itself. What you'll see is the composition to replace an egg, if you need to use more than one then just calculate everything accordingly.
  • Pisang Cavendish matang ukuran sedang (sekitar 18cm) = ½ buah, dilumatkan.
  • 1 sdm bubuk agar-agar dicampur dengan 1 sdm air
  • 1 sdm bubuk protein kedelai dicampur dengan 3 sdm air
  • 1/4 cup tahu sutera yang sudah dihaluskan atau yang biasa disebut dengan tahu Jepang:
  • 1/4 cup plain yogurt (bukan yogurt drink lho ya)
  • Flaxseeds: 1 sdm dihaluskan dicampur dengan 3 sdm (45 ml) air aduk rata dan diamkan beberapa menit.
  • 1 sdm chia seeds dicampur dengan 80ml air, diamkan minimal 20 menit supaya membentuk jelly
  • ½ cup applesauce siap pakai
Semua bisa digunakan dalam membuat cake dan quickbread, tetapi untuk cookies amannya pakai pisang, chia seeds, dan flaxseeds. All of these ingredients can be used in most of cake and quickbread recipes, for making cookies, I suggest you to stick with banana, chia seeds, and flaxseeds.

Artikel ini kemungkinan besar akan selalu diedit dan Anda akan mendapat tambahan informasi setiap kali membacanya. Postingan pertama saya ketik hari ini tanggal 5 Juni 2016 & setiap kali ada tambahan akan saya cantumkan tanggal edit di bagian bawah artikel. Semoga bermanfaat. Stay healthy and be fit!

PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Informasi didapatkan dari berbagai sumber

Jun 4, 2016

Cemilan/Sarapan Sehat (Diet Friendly)

Diet Friendly, protein packed, gluten free. My so very own original recipe alias ngga nyontek siapapun. Inspirasinya muncul karena kepingin bars yang empuk kaya muscle meds carnivor protein bar tapi tanpa karamel dan cokelat yang bikin agak eneg (lagipula itu protein bar lumayan bikin lu manyun, alias mahal boooooo untuk cemilan seukuran itu *nangis*). Setelah saya coba 1 bar, jadi kepikiran soy joy karena teksturnya.

Resep ini cocok disajikan saat sarapan ataupun sebagai snack, hmmm untuk bekal sekolah juga bisa. Untuk topping, silahkan pilih sesuai selera, pakai chopped almonds, kenari, kemiri, macadamia, pecan, atau  kacang mede juga enak. Mau pakai sukade biar irit juga boleeeeeeh.


Breakfast Bars (Soft Baked)
www.recipesbyrina.com
Bahan-bahan:
  • 1½ cup tepung oatmeal 
  • ½ cup (110gr) unsalted butter, dingin.
  • 1 bungkus (60gr) bubuk My Vla vanilla
  • 1 scoop whey protein powder rasa vanilla
  • 1 butir telur

Bahan tambahan:
Kismis, Mixed seeds, Chopped nuts atau apapun yang Anda suka, as long as it makes you happy. Secukupnya saja.

Cara Membuat:
  1. Potong² mentega jadi dadu kecil. Mixer sebentar sampai lumat (beberapa detik saja), masukkan my vla dan protein powder, mixer sampai rata.
  2. Masukkan telur sambil dimixer sampai mulus (jangan overmix, saat kelihatan mulus langsung stop), keruk pakai spatula di tengah proses ini jika perlu.
  3. Masukkan tepung oatmeal sekaligus bersama kismis & mixed seeds, aduk cepat pakai spatula sampai benar-benar rata.
  4. Masukkan ke brownie loaf ukuran 22x10 berlapis aluminum foil, ratakan dengan spatula sampai jadi setinggi 1½cm, taburi dengan mixed seeds & tekan-tekan dengan spatula supaya tidak rontok saat matang nanti.
  5. Panggang di suhu 160°C selama 15 menit di oven yang sudah dipanaskan terlebih dulu.
  6. Cooling, simpan di lemari es dalam keadaan tertutup rapat. Potong-potong saat akan disajikan pagi hari. Kalau yang ngga sabaran apalagi punya anak kecil bisa langsung potong setelah cooling, tapi lebih enak sih disimpan semalaman dulu. Oh well, up to you :)


Must read notes:
  1. Gula: Saya tahu, pasti mau bertanya "ngga pakai gula ya?" Ngerti deh, orang Indonesia suka sekali manis, maka kalau mau pakai gula, silahkan tambahkan 2-3sdm gula halus/batch bersamaan dengan my vla, eh tapi jadi snack biasa dong namanya kalau tetap tinggi kandungan gula, ngga jadi diet friendly lagi. Bagi saya gula 27gr bawaan dari sebungkus my vla sudah cukup manis dan saya memang sudah kembali ke pola  konsumsi rendah gula.
  2. Tepung oatmeal: Saya sengaja pakai oatmeal karena menghindari gluten yang ada dalam tepung terigu, kan sesuai dengan namanya -- cemilan sehat. Jangan tanya berapa gram ya, saya beneran ngga tau karena belum pernah nimbang oatmeal,  tadi langsung tuang ke measuring cup saja. Tepungnya bikin sendiri saja dari 1½ cup oatmeal yang di-milled atau diblender sampai halus.
  3. Mau pakai terigu? Silahkan pakai tepung protein rendah dengan takaran sama, tapi... perubahan ini sudah pasti melenceng dari tujuan awal dari resep ini, kan harusnya ini adalah cemilan sehat.
  4. Protein powder: Sudah pasti optional alias tidak wajib pakai. Ini khusus untuk yang sedang dalam pola makan tinggi protein saja.
  5. Telur: Saya biasa bikin pakai putih telurnya saja (yea, I'm a protein junkie, errmm not really). Untuk yang ingin mengurangi kadar lemak dalam kudapan ini dan lebih mementingkan asupan protein, silahkan lakukan hal yang sama. Kurangi tepungnya jadi 1¼ cup ya kalau cuma pakai putih telur.
  6. Mentega atau Margarin: Uhmm... tough decision. Margarin lebih rendah lemak dan air, tapi mentega overall lebih enak, wangi, & meskipun ia lebih tinggi kandungan lemaknya, tetapi tetap saja mentega lebih "sehat" (oh Odin, mana yang harus kupilih??). Saya biasanya sesuaikan kondisi saja, apa yang ada di rumah itu yang dipakai dan kadang malah pakai vegan butter. Kalau Anda mau pakai margarin, tidak usah dalam keadaan dingin, langsung mixer saja karena margarin lebih tahan suhu ruang.
  7. Pengganti My Vla: jika tidak punya my vla (ngga di semua negara ada kaaan produk ini), bisa pakai 1sdt vanilla extract + 3 sdm tepung custard atau pati jagung juga boleh + sedikit garam.
  8. Mixed seeds: campuran aneka jenis biji-bijian (wijen hitam & putih, biji bunga  matahari alias kuaci, flaxseeds, rolled oats, kadang berisi biji labu juga). 

Ok... silahkan dicoba. Jangan lupa tag saya di FB/IG (#recipesbyrina) ya. Don't  starve yourself, be fit, & stay healthy.


PENTING: Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING  boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

May 30, 2016

Baca ini

Hi... Sementara banyak postingan pending ya. Baru saya upload foto cover  dan judulnya dulu. Nanti akan diupdate sekaligus.


Choco Banana Pancake (Vegan & Sugar Free)

Vegan & sugar free Chocolate Banana  Pancake



PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda. SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.