Welcome to Recipes By Rina

Recipes by Rina: Sweets, Treats, and More

Cakes

Check out my cake recipes

Breads and Rolls

I also have awesome breads and rolls recipes

Drinks and Desserts

freshen your day with these drinks and desserts recipes from my blog

Cookies

Kids love cookies, I love cookies, I bet you love cookies too

Mar 10, 2018

Kue Pisang 3 Bahan

Tadinya sempat ragu kalau hasilnya bakal bisa dimakan, eh ternyata enak, rasanya kaya kue pais pisang yang pakai bungkus daun pisang tapi ini tidak pakai tepung sama sekali. Bisa dibuat dengan cara dikukus atau dipanggang, bedanya yang versi kukus rasanya jadi lebih manis.
Kue Pisang Cuma 3 Bahan
recipesbyrina
Bahan:
  • 500 gr pisang yang sangat matang
  • 1 butir telur
  • sedikit garam
Cara membuat:
  1. Haluskan pisang.
  2. Kocok telur sampai pucat, masukkan pisang dan garam, lanjutkan mengocok adonan sampai rata.
  3. Kukus di api sedang ± 10 menit atau panggang di suhu 180°C ± 15 menit
Yumm yumm... Sederhana, enak, & cepat proses pembuatannya! Silahkan dicoba ya. Kalau ada pertanyaan atau sudah coba bikin, silahkan isi kolom komentar.

Feb 22, 2018

Kue Kering Susu

Siapa yang maniak susu, hayo coba ngaku. Kalau Anda suka banget dengan cemilan beraroma dan rasa susu, resep satu ini cocok deh untuk dipraktekkan. Selain bahan-bahannya mudah didapat, cara membuatnya juga sangat mudah, ngga pakai mixer listrik, cukup pakai whisk manual saja.
Kue Kering Susu
Recipesbyrina
Bahan:
  • 200 gr mentega
  • ½ kaleng (160 gr) susu kental manis
  • 1¼ cup (175gr) terigu protein rendah
  • 1 cup (100 gr) tepung maizena
  • 100 gr susu bubuk rasa vanilla
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
  1. Kocok mentega pakai whisk manual sampai lembut, tambahkan susu dan kocok rata.
  2. Ayak terigu, maizena, susu bubuk, & garam, lalu masukkan ke campuran mentega sambil diaduk pakai spatula
  3. Bentuk sesuai selera
  4. Panggang di 160°C sampai bagian bawahnya mulai kelihatan keemasan. Angkat, cooling, simpan.
Adonan yang sudah dibentuk jadi bunga-bunga cantik berbaris rapi di loyang beralas silpat
Proses cooling - kukisnya baris rapi sebelum masuk toples
Note:
  1. Ingat ya, beda kualitas bahan pasti beda rasa hasilnya hehe, kalau mau hasilnya lebih enak silahkan pilih bahan kualitas terbaik πŸ˜‰
  2. Kalau adonan terlalu keras, tambahkan mentega persatu sendok makan sampai teksturnya pas untuk dibentuk.
  3. Kalau adonan terlalu lembut, tambahkan maizena sedikit-sedikit sampai adonan biaa dibentuk.
  4. Waktu pemanggangan teeganterg bentuk ya, beda bentuk beda ketebalan kan. Beda oven juga berpengaruh, jadi diintip saja kalau kira-kira mukai keemasan bagian bawahnya silahkan diangkat.
Ok,  selamat mencoba. Kalau ada pertanyaan silahkan isi kolom komentar ya.

Banana Quickbread atau Kue Bolu Pisang

Paling gampang dan cepat deh kalau bikin quick bread. Pastinya yang saya pakai adalah muffin method alias campur semua bahan kering, campur semua bahan basah, lalu satukan mereka dalam mangkuk besar and let the yummy magic begin! Coba rebake resep ini deh, lumayan kan jadi ada aktivitas bersama dengan anak atau keluarga. Anti ribed dan seharusnya sih anti gagal ya karena super gampang bahan & proses pembuatannya.

Banana Quickbread
www.recipesbyrina.com
Bahan Kering:
  • 1 1/2 cup terigu protein rendah
  • 1/2 cup brown sugar (gula bermolasses)
  • 1 1/2 sdt baking powder
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt bubuk spekuk
  • 1 sdt vanilla susu
Bahan Basah:
  • 1 1/2 cup pisang cavendish super matang & benyek
  • 1/2 cup minyak
  • 1 telur ukuran besar, kocok lepas
Cara membuat:
  1. Aduk rata bahan kering pakai garpu/whisk.
  2. Campur rata bahan basah
  3. Tuang bahan basah ke bahan kering, aduk perlahan tapi pasti (Sebentar saja, asal rata. Jangan kelamaan diaduk, nanti bantet)
  4. Istirahatkan adonan 10 menit. Sementara menunggu, lapisi loyang dengan baking paper/aluminum foil dan panaskan oven di suhu 190°C (otang api agak besar)
  5. Tuang adonan ke loyang (beri topping dengan irisan pisang atau sesuai selera, jika mau),  panggang di suhu tersebut selama 15 menit lanjutkan memanggang di 165°C (api sedang) sampai matang sekitar 10 menit lagi.
  6. Angkat, cooling, sajikan.
Notes:
  1. Gulanya bisa pakai gula pasir biasa saja
  2. Pakai terigu serba guna juga bisa
  3. Spekuk tidak wajib, kalau ada kayu manis bubuk biasa juga bisa, tidak pakai spice samasekali juga ok. Sesuaikan selera masing-masing aja.
  4. Kalau mau dijadikan banana muffin tinggal masukkan aja adonannya  ke muffin tins yang beralas papercup, 3/4 penuh saja ya karena nanti dia akan mengembang.
  5. Lho... jadi ini muffin? Muffin itu salah satu quickbread, kalau dipanggang di loyang muffin namanya jadi banana muffin. Kalau adonan muffin ini dipanggang di loyang besar dan diiris-iris disebutnya jadi banana bread. πŸ˜€
  6. Kalau saya ditanya "bisa dikukus ngga?" Jawabannya "wahw saya ngga tau, silahkan bereksperimen sendiri ya..." 😊
Yuk coba rebake dan posting pengalamannya di kolom komentar ya. Kalau ada yang mau ditanyakan juga silahkan. Jangan lupa klik share yaaa supaya resepnya ngga hilang.

Rina Laurence
www.recipesbyrina.com

Feb 21, 2018

Kopi Paling Spesial


ilustrasi: secangkir kopi hitam yang saya nikmati saat fika (acara ngopi-ngopi khas Swedia) di the Swedish Residence/kediaman duta besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta
Kali ini saya bagikan satu lagi resep super mudah dengan kopi sebagai bahan utamanya. Sebagai salah satu negara di dunia yang terkenal akan kopinya, harusnya kita bisa dong ya bikin kopi sendiri. Eh, harus ngga sih? Pokoknya simak aja lah ya resep berikut ini.
Sebagian pasti menganggap ini postingan bercanda, padahal ada kisah nyata tentang teman saya yang ngga bisa bikin kopi (dulu banget sih... semoga sekarang dia sudah bisa).

Ceritanya hari itu kami sama-sama harus lembur karena sedang peak season, sekitar jam 9 malam kami sama-sama berjalan menuju elevator kantor untuk turun ke loby. Saya lihat teman saya ko agak aneh. Tadinya saya pikir karena kecapean seharian ngadepin komputer, ternyata ada yang mengganjal di pikirannya.

Eh ngomong-ngomong anggaplah teman saya ini namanya Tumijen, kita singkat jadi Jen aja ya. Nah rekan bisnisnya namanya Margiono, kita singkat jadi Gio.

Jen: Eh, Rin. Tadi kan si Gio datang tuh buat corporate meeting. Nahh gw pengen sok bikin good impression lah, makanya gw tawarin kopi spesial bikinan gw sendiri, ga nyuruh OB.

Rina: Terus kenapa muka lu sekarang kaya kebingungan gitu? Apa tadi lu tumpahin tu kopi ke muka dia? Parah lu 😱

Jen: Yeee... Ngga lah! Terus gw kasih lah tuh maha karya gw, secangkir kopi spesial 😎. Terus dia seruput tuh kopi.

Rina: Lah terus kenapa lu kebingungan?

pintu elevator terbuka, kami masuk

Jen: Lu kalo bikin kopi kaya gimana?

Rina: Kopi nescafΓ© classic yang di pantry kantor? Ya tinggal ambil cangkir, masukin kopi satu sendok teh agak munjung dikit, terus seduh pake air panas dari dispenser, aduk, terus gw bawa ke meja gw.

Jen: Cangkir yang pendek itu kan ya?

Rina: Iya, cangkir kopi. Kalo yang tinggi di rak kanan mah gelas champagne hehehe

Jen: Yeee gw tau gelas itu sih. Oh berarti bener ya pake cangkir yang pendek. Eh tapi... Emangnya berasa gitu kalo cuma satu sendok teh? Ngga kurang tuh?

Rina: Berasa lah, itu cangkir kan kecil banget. Satu sendok teh agak kurang sih makanya gw munjungin dikit. Kenapa emangnya?

Jen: Tadi gw bikinnya gini, Rin, gw pake cangkir yang pendek itu terus gw masukin deh kopinya 2 sendok makan munjung, terus gw tambahin gula seujung sendok, terus gw seduh deh. 😬

Rina: Dua sendok makan? munjung pula? 😱 Eh serius lu? Tu cangkir kan kecil, bukan gelas kaleng jaman kompeni yang gede banget.

Jen: Iya, Rin, gw pake dua sendok makan tadi. Ohhh pantesan dia agak melotot gitu pas abis nyobain kopinya kali ya. 😭 Duh gimana nih... Ngga bakal kenapa-napa kan ya.

Rina: Diabisin ngga? Hmmm, yaaa palingan mules sih. Lagian sih, bukannya minta tolong OB aja. (disini saya coba untuk ngga ketawa)

Jen: Iya, gw kan ga pernah bikin kopi, jadi gatau takerannya. 😭 Kirain sama aja kaya bikin Milo, makin banyak makin enak gitu. Tadi wanginya sih enak, jadi ya gw pikir rasanya juga pasti enak, ternyata ngga ya. 😭

Itulah kisah nyata Tumijen dengan "kopi spesial" buatannya. Cangkir yang kami bicarakan kebetulan sama persis dengan yang digunakan di Swedish Residence seperti yang tampak pada foto diatas. Eh ngomong-ngomong ada juga kisah dia yang belajar masak tumis kangkung, nanti kapan-kapan saya ceritakan. 

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah:
Kalau belum pernah nyoba bikin sesuatu, jangan langsung bikin untuk orang lain. Contoh lainnya kira-kira begini, kalau belum pernah bikin kue, jangan open order hehehe latihan aja dulu sampe bisa, sampe yakin rasanya enak, baru deh coba jualan. Jangan tau-tau open order padahal belum pernah bikin kue hehehehehe.

Feb 19, 2018

Bola-bola Kerupuk Ikan Tenggiri (Sangat Mudah)

Katanya orang Indonesia kalau makan harus ada sambal dan kerupuk ya, kalau tanpa dua ini rasanya ada yang kurang. Nahhh berhubung belakangan ini cuaca lebih sering hujan daripada panasnya, enaknya kita bikin kerupuk yang ngga usah pakai acara jemur-jemuran (kaya turis aja deh pakai acara berjemur segala hehe). Gampang banget lho cara bikinnya, bahannya juga simple.

walaupun wujudnya penyok-penyok tapi enak haha 

Bola-bola Kerupuk Ikan Tenggiri
recipesbyrina
Bahan:
  • 250 gr daging ikan tenggiri, haluskan
  • 350 gr sagu (sediakan lebih)
  • 2 sdt baking soda
  • 3 butir telur
  • garam, merica, gula/penyedap rasa secukupnya
  • minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
  • kocok telur dengan garam, merica, dan penyedap rasa.
  • masukkan ikan ke kocokan telur, aduk rata.
  • ayak sagu dengan baking soda, masukkan sedikit demi sedikit ke adonan ikan sambil diuleni sampai bisa dipulung.
  • giling adonan memanjang, potong-potong kecil
  • siapkan minyak di wajan, masukkan potongan adonan secukupnya baru nyalakan api dan biarkan kerupuk mulai merekah. Aduk sesekali supaya matang  merata. Angkat saat berwarna keemasan.
  • simpan di wadah kedap supaya kerenyahannya terjaga.
Nahhh udah deh, gitu aja bikinnya. Gampang banget kan ya, mirip cara bikin kerupuk telur gabus. Yang tinggal di negara yang ngga nyediain kerupuk di restorannya pasti pada kangen kerupuk kan, nahh have fun deh bikin kerupuk sendiri.

Kalau ada pertanyaan atau sudah coba bikin silahkan isi kolom komentar di bawah postingan ini :)

Jul 8, 2016

Baked Chicken Breast Resep Ayam Panggang Mudah Dan Enak

Hai, kali ini saya bikin masakan berbahan ayam lagi yang namanya Baked Chicken Breast alias dada ayam panggang. Sebenarnya saya agak galau mau bilang "roasted" atau "baked" tetapi setelah saya pikirkan maka saya rasa resep ini lebih cocok disebut baked dengan pertimbangan bahwa ayamnya dipanggang dalam keadaan tertutup rapat dan suhunya tidak lebih dari 180°C, kalau bahasa Indonesianya sih sama saja ya tetap disebut dipanggang.

Kalau Anda sudah lama mengikuti postingan saya di blog dan facebook, pasti tahu kalau saya itu (menurut standard Indonesia) masuk ke golongan orang "tidak bisa masak" hahaha, maka sudah pasti kalau saya sampai masak, berarti resepnya super mudah dan tidak banyak bumbu. Ga percaya? Coba saja lihat resep ini.
High protein, Tender & juicy baked chicken breast
Baked Chicken Breast
by Rina Laurence
Bahan-bahan    Ingredients
  • 2 dada ayam tanpa tulang & kulit, masing-masing 141gr   2 boneless skinless chicken breasts, 5oz each
  • Daun bawang secukupnya    scallions, around 8" or so
  • ¼ cup barbecue sauce
  • ¼ sdt bubuk bawang putih    ¼ tsp garlic powder 
  • garam & merica secukupnya  salt and pepper to taste
Each chicken breast weigh 5 oz (141 gr) | yang tertarik untuk beli timbangan digital seperti yang saya gunakan pada foto ini, check out instagram saya @recipesbyrina atau pesan langsung lewat LINE recipesbyrina 
Cara membuat   Instructions
  1. Potong-potong atau sobek daun bawang   cut or chop or rip scallions as you wish
  2. Campur barbecue sauce dengan bawang putih, garam, dan merica    mix barbecue sauce with garlic powder, salt and pepper 
  3. Kerat-kerat dada ayam, oleskan saus merata, beri daun bawang     Thin slice the surface of each chicken breast and marinade them well, add scallions slices 
  4. Simpan ayam di freezer semalaman terbungkus rapi di dalam aluminum foil     Wrap the marinated chicken breasts with aluminum foil, keep in the freezer overnight 
  5. Panaskan oven, panggang ayam selama 30 menit di suhu 180°C sampai matang.     Heat the oven at 375°F, bake chicken at 360°F until done
  6. Angkat, Keluarkan dari bungkusan aluminum foil dan sajikan panas dengan sayuran kukus & saus favorit Anda.     Unwrap, serve hot with favorite blanched or steamed vegetables and your favorite sauce!
Notes:
  1. Saya tidak pakai garam, tapi di resep saya cantumkan garam karena biasanya orang suka pakai garam.
  2. Garam bisa diganti dengan kecap asin jika suka
  3. Kalau mau pakai minyak zaitun atau lumeran mentega, tambahkan 3sdm di campuram sausnya.
  4. Mau pakai ayam dengan tulang dan kulit? Silahkan saja. Saya pilih untuk membuang kulitnya karena lebih sehat dan saya memang tidak suka kulit ayam :p

PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jul 4, 2016

Cocoa Cookies


Resep kali ini tetap mudah seperti resep lainnya di blog ini. Setelah 4 hari baking kue-kue untuk sajian hari raya, termasuk si botak sexy bercahaya (nastar), di babak terakhir saya putuskan untuk membuat kukis yang super mudah saja. Dengan  bahan-bahan yang cukup sederhana dan proses pembutan yang tidak rimit, resep ini bisa dibuat bahkan oleh orang yang baru belajar baking.


Cocoa Cookies
by Rina Laurence
Bahan-bahan  Ingredients
  • 2  cups (240gr) terigu protein rendah  cake flour
  • ⅓ cup (±36gr) cokelat bubuk natural  natural cocoa powder
  • ¼ sdt garam   ¼ tsp salt
  • 1 cup (2 US sticks/220gr) mentega tawar, suhu masih agak dingin  cool unsalted butter
  • ½ cup brown sugar

Cara membuat    Instructions
  1. Ayak terigu, cokelat bubuk, & garam    sift flour, cacao powder, and salt
  2. Potong-potong mentega dan aduk dengan brown sugar sampai tercampur rata, bisa pakai pastry blender atau garpu       Cut butter into small cubes, mix  well with brown sugar using a pastry blender or a fork
  3. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit dan aduk sampai rata dan kalis, istirahatkan adonan dalam keadaan tertutup di lemari es minimal 30 menit    Fold in flour mixture gradually and mix well until well incorporated and non sticky, wrap and rest the dough in the fridge for at least 30 minutes
  4. Ratakan adonan, gilas pipih diantara 2 silpat supaya tidak lengket, sesuaikan ketebalannya, cetak sesuai selera, tata di loyang kue kering   roll flat the dough in between 2 silicone mats, cut as you wish, line in a cookie sheet
  5. Istirahatkan lagi adonan yang sudah dicetak di dalam lemari es selama 15 menit, lalu panggang di 160°C sampai matang merata sekitar 20menut (waktu ini adalah durasi YANG SAYA BUTUHKAN SAAT MEMANGGAN KUKIS DI FOTO TERSEBUT, waktu yang Anda butuhkan bisa saja berbeda karena ini tergantung ukuran kukisnya, jenis loyang, berapa loyang di dalam oven, dan jenis oven yang digunakan, so please help yourself ya haha check kira-kira sudah matang atau belum)   Rest the dough once again for around 15 minutes and then bake the cookies im a preheated oven at 330°F/160°C until done.
  6. Setelah kukis matang, diamkan sebentar di loyang lalu pindahkan ke cooling rack sampai dingin sempurna sampai ke bagian terdalam. Simpan di wadah kedap. After done baking, let cookies rest in the sheet for a little bit and transfer them to cooling racks and cool completely before storing them in a jar.
Cooling process

Notes:
  1. Cokelat bubuk natural rasanya lebih pahit dari dutched cocoa, kalau mau pakai dutched cocoa juga  boleh nanti warnanya jadi lebih gelap tapi rasa cokelatnya tidak sepekat kalau pakai natural cocoa powder.
  2. Mentega boleh diganti dengan margarin, tidak perlu didinginkan. Ini tentu mempengaruhi rasa dan aroma karena mentega mengandung susu dan lemak lebih tinggi sehingga kukisnya lebih enak yang pakai mentega.
  3. Brown sugar boleh diganti dengan gula pasir (mau dihaluskan dulu juga boleh). Nanti hasilnya tentu berbeda dari segi rasa dan aroma, karena brown sugar jauh lebih enak dan wangi.

PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jul 3, 2016

Low Fat High Protein Chocolate Cake


Jangan tertipu fotonya yang kelihatan padat, aslinya ini seperti sponge cake pada umumnya (empuk lembut)
Resep ini hasil iseng memanfaatkan sisa baking kue kering yang menyisakan banyak sekali putih telur. Sebenarnya putih telur bisa dijadikan high protein smoothie dicampur dengan buah dan sayur dan diminum sebagai sarapan tapi saya kurang sreg bikin smoothie pakai putih telur yang tidak dipasteurisasi terlebih dulu, maka saya coba saja bikin cake pakai putih telur tersebut.

Resep Chocolate Cake ini selain rendah lemak dan tinggi protein, saya buat tanpa bahan pengembang tambahan sama sekali. Iya, serius, beneran, resep tanpa baking powder, baking soda, atau emulsifier sintetis, alias tanpa SP, TBM, Ovalette, dan sejenisnya. Pengembang cake ini murni dari putih telurnya saja dan karenanya maka Anda diharapkan sudah menguasai teknik pengocokan putih telur dan teknik aduk balik jika ingin mencoba resep ini. Bagi pemula, saya sarankan untuk menonton video atau mencari informasi lebih mengenai kedua hal tersebut sebelum mencoba resep ini ya, supaya resiko kegagalannya lebih kecil, kalau tiba-tiba nekat nyoba bikin tanpa ada setidaknya basic knowledge tentang cara mengocok putih telur dan cara aduk balik, resiko kegagalannya sangat besar.

Penasaran dengan teksturnya dan takut cakenya tidak lembut karena kurang lemak? Jangan khawatir, cake ini super  spongy, kalau ditekan dia kembali ke bentuk semula seperti sponge cake pada umumnya. Yang membedakan hanya kadar lemaknya jauh lebih rendah karena tidak ada kuning telur dalam adonannya.

Jenis cakenya sponge cake, metode pembuatan adonannya pakai metode chiffon. So, imagine the texture ;)

Chocolate Cake
by Rina Laurence 
Bahan-bahan     Ingredients 
  • 300gr (10.5oz) putih telur    egg whites
  • 1 sdm sari lemon (perasan lemon)   1 Tbsp lemon juice
  • ⅔ cup (160gr) gula pasir     white sugar 
  • 1 cup (120gr) terigu protein rendah   cake flour, spooned & leveled
  • ¼ cup (±28gr) cokelat bubuk dutched   dutched cacao powder
  • 2 sdm whey protein concentrate/isolate*
  • ¼ sdt garam  ¼ tsp salt 
  • ⅓ cup (80ml)  minyak   vegetable oil 

Cara Membuat  Instructions 
  1. Campur lalu ayak terigu, cokelat bubuk, whey protein powder, & garam  sift flour, cacao powder, whey protein powder, & salt, set aside  
    Baking pakai measuring cups itu praktis, yang mau beli measuring cup seperti pada foto ini dan perlengkapan baking lainnya bisa check instagram saya di @recipesbyrina
  2. Kocok putih telur speed rendah sampai berbusa-busa, masukkan sari lemon, lanjutkan mengocok sampai berbuih-buih dan mulai kelihatan putih. Masukkan gula dalam 3 tahap sambil terus mengocok putih telur sampai kelihatan mengkilap dan kaku (stiff peak).  Beat egg whites until looks bubbly, add the lemon juice and continue beating until super foamy. Beat in sugar gradually in 3 batches and keep beating until it looks shiny and stiff. 
    Tahap pengocokan putih telur
  3. Ambil adonan putih telur secukupnya dan campurkan dengan campuran terigu, aduk rata, beri sedikit minyak, aduk rata.   Spoon a little bit of the meringue (egg white mixture) into the flour mixture, add a little bit of the oil and mix well.
  4. Ambil sepertiga bagian putih telur, campurkan ke adonan berwarna coklat, aduk balik, beri sedikit minyak, aduk balik sampai rata. Ulangi langkah ini sampai putih telurnya habis dan adonan tercampur rata. Lakukan dengan cepat dan pasti, AWAS, JANGAN SAMPAI ADONAN TURUN!  Fold ⅓ of the remaining egg white meringue into the chocolate mixture, add a little bit of the oil and fold until well incorporated. Repeat this step until no more meringue is left. Do it gently but sure, pay attention to aeration.
  5. Tuang adonan ke loyang tube (tulban) diameter 20cm, panggang segera di suhu 180°C selama 20 menit lalu lanjutkan memanggang di 160°C selama 15 menit .   Transfer the batter into 8" (20cm) tube pan, bake in a preheated oven at 350°F/180°C for 20 minutes, continue baking for another 15 minutes at 320°F/160°C until done.
  6. Diamkan cake di dalam oven sekitar 10 menit  barulah dinginkan di cooling rack sampai benar-benar dingin. Lebih nikmat setelah dibiarkan di suhu ruang semalaman sebelum dimakan. Potong-potong saat akan disajikan. Let the cake sit in the oven for around 10 minutes, transfer onto cooling rack and let cool completely.   
    Proses cooling
    Jangan lupa turunkan suhu setelah memanggang 20 menit ya, supaya hasil akhirnya ngga retak begini
Note:
  1. 300gr putih telur didapatkan dari ±7 butir telur utuh, silahkan timbang sendiri ya, saya tidak tahu pasti berapa jumlah telurnya karena pakai stock putih telur sisa bikin  kue kering, jadi tinggal tuang  & timbang saja.
  2. Saya bikin cake ini pakai putih telur DINGIN dari lemari es tanpa didiamkan dulu. Saya sarankan Anda bikin cakenya pakai putih telur suhu ruang. Saran ini bukan karena khawatir ngga mengembang, putih telur dingin bisa tetap mengembang ko, tapi sumpah mixer putih telur dingin sampai stiff peak butuh waktu luamaaa banget, jadi lebih baik gunakan putih telur suhu ruang saja kecuali jika Anda ingin merasakan derita yang sama haha.
  3. Whey protein powder tidak wajib digunakan, tidak akan berpengaruh pada tekstur maupun rasa, gunanya hanya untuk menambah kadar protein saja bagi yang sedang dalam pola makan tinggi protein seperti saya ;)
  4. Sari lemon bisa diganti dengan CTT (cream of tartar) dengan takaran ⅓nya, 1sdt untuk satu resep ini. Alternatif lain pengganti sari lemon adalah plain yogurt dengan takaran yang sama seperti di resep. Jangan pakai yogurt drink (minuman botolan rasa yogurt), yogurt yang saya maksudkan adalah yang kental tanpa rasa.
  5. Simpanlah cake ini di WADAH BERSIH TERTUTUP DI SUHU RUANG, jangan disimpan di lemari es. Dengan kondisi penyimpanan yang baik, cake ini bisa bertahan lembutnya lebih dari 3 hari.
  6. Sekali lagi saya ingatkan, meskipun bahan-bahan dan langkah pembuatannya sangat sederhana, resep ini bukan untuk pemula. Jika Anda pemula, silahkan cari tahu dulu cara mengocok putih telur yang benar dan teknik aduk balik sebelum mencoba resep ini. Bisa cari di YouTube dan perhatikan caranya, setelah ada gambaran cara mengocok putih telur dan teknik aduk balik, barulah coba praktekkan resep ini. Good luck ;)

Lembutnya tahan lama...
PENTING Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

 SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jun 18, 2016

Champ Cookies

Champ (CHocochips Almond Matcha Perfect!) Cookies. Perpaduan rasa & tekstur yang memanjakan pecinta matcha dan kukis pada umumnya. Perhatikan penggunaan bahan dan cara membuatnya (mengganti bahan dan melanggar tahapan pembuatan sudah pasti merubah rasa dan tekstur.

Champ Cookies, Matcha cookies with chocochips and sliced almonds
Champ Cookies
by Rina Laurence www.recipesbyrina.com
Bahan-bahan:
  • 3/4 cup (170 gr) mentega, masih agak dingin 
  • 1/2 cup (110 gr) gula pasir, haluskan
  • 1 kuning telur besar. Tidak usah pakai kalau vegan
  • 2 1/4 cup (315 gr) terigu protein rendah, wajib diayak!
  • 1/4 cup (30 gr) pure matcha kualitas super. Kualitas matcha menentukan rasa & warna!
  • 3 sdm (25 gr) susu bubuk. Tidak usah pakai kalau vegan
  • 1/8 sdt (secubit kecil) garam halus. Pakai ¼ sdt kalau pakai garam kosher
  • Secukupnya Bake stable chocochips (yang ngga meleleh waktu dioven) & chopped/sliced almonds
Cara Membuat/Methods:
  1. Campur mentega, gula, kuning telur sampai sekedar rata saja pakai mixer speed rendah sebentar lalu keruk & aduk pakai spatula seperlunya, bisa juga dicampur pakai whisk atau garpu
  2. Campur terigu, matcha, susu bubuk, & garam. Aduk rata pakai garpu atau whisk, lalu ayak 2x.
  3. Masukkan campuran terigu ke wadah berisi campuran mentega sedikit demi sedikit sambil diaduk pakai spatula.
  4. Masukkan chocochips & almonds, aduk rata sebentar.
  5. Ambil adonan pakai sendok takar ukuran 1 sdm, letakkan di loyang kukis beralas silicone liner (silpat), beri jarak secukupnya. Simpan di lemari es minimal 30 menit. Yang belum punya sendok takar & silpat, bisa beli di saya, check IG recipesbyrina.
  6. Panaskan oven di suhu 160°C, panggang kukis sampai matang sekitar 15 menit. PENTING! Langkah ini tidak boleh dilanggar: Keluarkan kukis dan biarkan di loyang sebentar, pindahkan ke cooling racks sampai benar-benar dingin, barulah simpandi dalam wadah kedap. Yang mau beli cooling rack berkualitas, silahkan hubungi saya lewat FB/IG/LINE: recipesbyrina.
NOTES:
  1. MENTEGA: saya pakai Lurpak. Mentega bisa diganti dengan BOS (butter oil substitute). Yang vegan silahkan pakai vegan butter. Yang mau pakai margarin juga silahkan, tapi akan berbeda sedikit teksturnya
  2. GULA: Sengaja pakai gula pasir. Haluskan gula pasir dengan cara diblender atau ditumbuk halus. Pakai gula halus siap pakai juga bisa, tapi rasa manisnya akan berkurang sedikit. Ini bisa diakali dengan menambah jumlah chocochips
  3. Bahan pelengkap diganti dengan kacang mede, pecan, kenari, macadamia, atau bahkan wijen juga enak
  4. Penggunaan sendok takar dan silpat penting untuk hasil maksimal. Kukis jadi seragam ukurannya, matang merata, tidak gosong bawahnya dan tidak meleber saat dipanggang. Cooling rack memastikan kukis mengalir keluar panasnya dan benar-benar sudah dingin saat disimpan, ini membuat kukis lebih tahan lama, tidak melempem atau berjamur, tanpa harus menambahkan bahan pengawet. Silahkan hubungi saya by FB/IG/LINE recipesbyrina jika tertarik dengan alat baking tersebut.
PENTING
Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml, 1sdm = 15ml) atau timbangan digital. Untuk hasil maksimal, gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa.
Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari blog orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara klik tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) yang ada di blog ini tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda.

Jun 9, 2016

Protein Powder


Pertanyaan paling sering saya terima belakangan ini:

1. PROTEIN POWDER
Q: Kenapa di postingan-postingan yang baru selalu ada bahan yang bernama protein powder? Apa sih protein powder itu dan belinya dimana?

A: Postingan saya tentunya adalah hasil baking/cooking saya sendiri dan apa yang saya buat tentunya saya konsumsi sendiri dan disesuaikan dengan pola makan yang saya jalani. Di bagian catatan selalu saya berikan informasi bahwa protein powder itu tidak wajib digunakan. Jika Anda tidak terlalu mementingkan asupan protein dalam pola makan Anda, maka tinggalkan saja bubuk protein yang tercantum dalam postingan saya karena sifatnya memang tidak wajib, ini hanya sebagai tambahan agar kebutuhan protein harian saya terpenuhi.

Protein powder itu hasil extraksi dari susu ataupun kacang-kacangan yang dikonsumsi untuk siapapun yang membutuhkan asupan protein extra di pola makannya. Protein memperlambat rasa lapar (protein lebih lama dicerna, in a good way ya bukan seperti gluten yang sulit dicerna tapi tidak baik efeknya untuk tubuh) & juga bermanfaat untuk mempertahankan massa otot sehingga tubuh lebih fit dan saat kita beraktivitas berat yang akan disasar tubuh sebagai sumber energi adalah lemak, bukan otot.

Beli dimana? Di toko khusus supplemen fitness. Merek dan jenisnya sesuaikan kebutuhan tubuh dan daya beli masing-masing.