Feb 23, 2016

Bakmi Cincai: Beef Bakmi à la Rina Laurence

Bah! Apa pula ini bakmie cincai à la Rina. Hmmm penasaran kaaan ada cerita apa dibalik penamaannya heheyyy, baca dulu cerpen di bawah ini.

Kemarin sore pas baru pulang, tiba-tiba mama yang memang ada di teras depan rumah langsung bilang "dari jauh dilihat ko Cina banget ya", agak ngga 'ngeh juga apa yang diucapin dan ngga tau bahwa dia lagi ngedumel atau ngajak saya ngobrol maka saya langsung menuju rak sepatu, nelanjangin kaki (woooh sexy pake adegan telanjang segala kakinya), dan nanya ke mama "Hah? (ngomong) Apaan tadi, Mom?", mama menjawab "Kaya' orang Cina, mirip gitu, dari tadi mama liatin". Saya pikir dia sedang memperhatikan seseorang di jalan, maka saya melongok ke arah depan rumah dan bertanya "Siapa???", tanpa diduga ternyata yang dimaksudkan mama mirip orang Cina itu yaaaaa saya sendiri, mama langsung natap dan bilang ke saya dengan nada pasti "Lu!", huahahahaha.

Kaget tapi ngga juga sih, kalau teman atau orang yang pertama kali ketemu saya biasanya memang langsung berasumsi bahwa saya keturunan Tionghoa (Cina), bahkan dulu waktu pertama kali punya pacar ternyata tu cowok suka sama saya karena dia pikir saya itu sama seperti dia (ada keturunan Tionghoanya). Nah kalau John, di awal kita pacaran (uhmm sampai sekarang juga sih), dia agak ngotot bahwa saya itu bukan orang Indonesia, katanya warna kulit saya ditambah dengan kebiasaan saya makan mie ayam dan ngga mau diganggu kalau lagi nonton Jackie Chan sudah cukup jadi bukti bahwa saya ini Tionghoa, bahkan dia dengan isengnya moto saya waktu lagi makan mie ayam dan dia upload foto itu jadi default profile pic di Facebook saya dan bikin caption berisi pertanyaan apakah saya orang Tionghoa atau bukan (kebetulan mata saya kelihatan sipit di foto itu & yeahhh semua komentar bilang saya keturunan Tionghoa). Jiahhh ada-ada aja deh, terserah lah yaaa kalau mau pada bilang begitu haha, makin lama saya makin yakin bahwa saya ini sebenarnya memang putri Tiongkok yang ketinggalan pesawat jet pribadi dan diadopsi oleh keluarga yang sekarang ini, nanti kisah hidup saya dijadikan film, nantikan filmnya di blítzCGV ya hahaha.

Nnnnnnahhh... Kira-kira karena beberapa kisah di atas tadi, makanya saya namakan bakmie ini bakmie cincai, biar sekalian meresapi peran sebagai putri Tiongkoknya hihihi. Kata bakmie sebenarnya artinya mie yang disajikan dengan daging babi (biasanya char siu), pokoknya kalau ada kata dengan awalan bak di makanan maka itu resep aslinya sebenarnya menggunakan daging babi, tapi tentunya di beda tempat varian daging babi diganti dengan sapi, ayam, seafood, tumisan jamur & lainnya. Sedangkan kata cincai artinya fleksibel, bisa berkompromi, ngga ketak mun ceuk urang Sunda mah. Yang cincai dari bakmie ini adalah bahan-bahannya yang memang seadanya disesuaikan dengan apa yang menyambut saya dengan senyuman waktu saya buka pintu kulkas (beuhhh serem juga bayangin ada toge dan sawi senyum dalam kulkas). Apapun lah, mendingan langsung simak cara bikin bakmie cincainya aja yuuukk.... maree...


Bakmi Cincai
by Rina Laurence
Bahan-bahan:
  • 1 bungkus mie goreng instan
  • Saus bolognaise Pronas
  • Kecap asin secukupnya (asal kocrot aja)
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • Garam secukupnya
  • Kaldu jamur bubuk secukupnya
Topping:
  • Sawi hijau
  • Toge
  • Bawang goreng
  • Irisan daun bawang
Cara membuat:
  1. Untuk toppingnya, campur saus bolognaise dengan sedikit air (jangan terlalu banyak airnya supaya masih ada saus melekat sedikit ke gadingnya), saring dan ambil dagingnya saja. Sisihkan.
  2. Rebus mie, tiriskan.


0 replies:

Post a Comment

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan, memberi saran, atau sekedar berkomentar tentang postingan ini.