May 16, 2016

Cara Mengetes Baking Powder, Baking Soda, & Cream Of Tartar Masih Aktif Atau Tidak

Artikel kali ini pastinya sesuai judul dong ya, Cara Mengetes Baking Powder, Baking Soda, & Cream Of Tartar Masih Aktif Atau Tidak. Kalau yang mau tau cara mengetes kesetiaan si dia, dia, & dia (iya aku mah gituh orangnya, sengaja punya pacar 3 supaya tau mana yang paling setia, nanti yang paling setia itu yang kupertahankan --- laaahhhhh bisa gitu ya??), mengetes apakah mantan masih care, mengetes keseriusan calon menantu, atau bahkan mengetes mikrofon buat dangdutan di acara kawinan ayam tetangga (check... check... check... 1, 2, 3), berarti Anda nyasar, salah baca artikel hehe.

Kalau yang frekuensi ngacak-ngacak & ngotorin dapur  bakingnya sangat sering sih pasti jarang mengalami punya baking powder, baking soda, atau cream of tartar yang tidak fresh karena BTP tersebut sering dipakai dan akan selalu tergantikan stocknya dalam jangka waktu tertentu. Nah..., kalau yang ke dapur untuk baking cuma saat kepepet ada waktu luang dikarenakan kesibukan yang gileee pake banget (ekhem contohnya para wanita karier masa kini alias emak² owner online shop huahaha) kadang mengalami yang namanya gagal bikin kue karena BTPnya sudah tidak aktif lagi atau bisa dibilang tidak fresh alias ngga segar, fungsinya menurun bahkan hilang samasekali. Ehhh ngomong-ngomong ini bukan BTP Basoeki Tjahaja Poernama alias A-Hok ya, BTP disini adalah singkatan dari bahan tambahan pangan.


Jangan salah, meskipun masa kadaluarsa yang tertera pada kemasannya masih cukup lama, tetapi cara penyimpanan dan seberapa apiknya kita saat menggunakan BTP tersebut juga berpengaruh pada shelf life alias masa layak guna. Kalau misalnya Anda menggunakan sendok yang basah atau sudah digunakan untuk mengambil bahan lainnya dan sisa bahan tersebut masuk ke dalam wadah 3 BTP yang sedang kita bicarakan ini, sudah pasti ada reaksi yang menyebabkan rusaknya atau menurunnya fungsi BTP tersebut. Kesalahan yang paling sering terjadi sih lupa nutup wadah atau membiarkan wadah BTP terbuka sangat lama, kadang bahkan ada yang kelupaan sampai 2 tahun dan bilang "oooh iyaaa lupa, belum nutup wadah baking powder! Ya ampun, udah jadi baking stone gini, bukan baking powder lagi, padahal cuma kelupaan 2 tahun doang".

Oke deh kaka..., sekarang kita check out satu persatu cara untuk mengetes 3 jenis BTP yang sedang kita bahas ini, dimulai dari baking soda dulu. Caranya gam to the pang alias gampang, kita cukup menyediakan: segelas air, perasan lemon atau jeruk nipis atau kalau mau pakai distilled vinegar juga boleh ya, pokoknya yang mengandung asam ya karena si baking soda kan sifatnya basa makanya dia butuh asam untuk berreaksi (hayooooo masih ingat dong pelajaran kimia dasar tentang asam & basa? Siapa yang pas pelajaran kimia malah tidur atau bolos? hahayyy dikiranya jadi emak-emak ngga butuh ngerti ilmu kimia kali...), dan pastinya sediakan baking soda yang mau ditest dong ya. Peralatannya cuma gelas bening dan sendok/sumpit untuk mengaduk. Buat larutan asam dengan mencampurkan air dan perasan lemon, lalu masukkan deh si baking soda dan aduk sebentar ±3 putaran aja (putaran dalam gelas, bukan putaran sirkuit Sentul!), lihat... kalau ada reaksi berupa gelembung-gelembung berarti itu baking soda masih oke, silahkan dipakai dan pastikan nyimpannya rapat ya. Kalau ternyata reaksinya datar, diam saja dan bahkan tidak mau membalas pesan di whatsapp selama 3 hari berturut-turut, berarti itu waktunya untuk move on, ehhhhh... Maaf pemirsa, kurang minum memang bikin gagal fokus sama pembahasan baking soda, jadi melenceng sedikit. Yaudah, saya minum dulu sebentar ya, nanti saya akan bahas tentang cara mengecheck baking powder.


Nah... Sudah cukup minum air putih nih, semoga ngga error lagi. Sekarang kita bahas tentang cara mengecheck alias mengetes baking powder apakah masih layak pakai atau tidak. Caranya hampir sama seperti baking soda, tapi ini sedikit lebih simple karena dalam baking powder sudah ada campuran asam dan basa sehingga baking powder hanya butuh bantuan air saja untuk aktivasinya. Iya, tau, pasti mau nanya baking powder itu isinya campuran apa saja kan? Iya kan? Penasaran kaaaan? Ahayyy, sini dibisikin, baking powder itu isinya adalah cream of tartar ditambah dengan baking soda, dan biasanya ada satu lagi bahan lain yang mengandung asam. Satu bahan yang lain itu bisa berbeda-beda tergantung baking powdernya merek apa, tapi pada umumnya sih bahan tambahan ke-tiga ini berupa tepung maizena alias pati jagung (bukan tepung jagung lho ya, beda).


Waktunya beraksi! Yuk siapkan segelas air hangat kuku (kaya untuk mandiin bayi lhooo hangatnya), baking powder dan sendok. Cukup masukkan saja si baking powder ke air hangat dan lihat, apakah ada reaksinya atau tidak. Reaksinya ngga seheboh baking soda tapi ada efek ngaburujus kalau kata mama saya sih, atau fizzing kalau kata John (duh, ini bahasa Indonesia yang baik dan benarnya apa ya???)

Baking soda aman, baking powder ok, sekarang waktunya cream of tartar (CTT) untuk menjalani test. Sekali lagi, siapkan segelas air, siapkan juga baking soda yang masih aktif, dan CTT. Menurut para saksi, CTT kalau ketemu baking soda suka heboh gitu, nah... Kalau dalam gelas Anda tidak ada reaksi heboh saat kedua bubuk ini bertemu, berarti Anda harus beli CTT baru.


Bagaimana? Sudah bisa ya cara mengetahui apakah 3 jenis BTP tersebut masih layak digunakan atau tidak dengan melakukan tes sederhana dengan segelas air. Jangan lupa untuk selalu menggunakan sendok kering saat mengambil BTP tersebut dari tempatnya atau pilihlah kemasan praktis yang ada lubang taburnya. Simpanlah BTP dengan baik, terhindar dari cahaya & panas langsung, pastikan wadahnya kedap dan bersih. Dari hal-hal kecil tapi penting seperti inilah keberhasilan Anda memasak atau bikin kue dimulai.


PENTING
Untuk menakar bahan-bahan, saya menggunakan US standard measuring cups (1 cup = 240ml,  1sdm = 15ml) atau timbangan digital.  Untuk hasil maksimal,  gunakanlah peralatan standard untuk baking (measuring cups/timbangan dapur digital), jangan sendok makan atau gelas minum karena beda design sudah pasti takarannya berbeda.

Belum punya measuring cups dan aneka perlengkapan dapur yang simple tapi penting? Ehhh jangan sedih, ada solusi mudah --> beli aja di saya, boleh lhooo dicheck facebook & instagramnya atau kalau mau langsung ke LINE juga boleh hahahaha (teteup deh ah usaha mancing enquiry), siapatau ada rejekinya hihi.

Kalau yang ini serius nih... SHARING boleh, MALING ga boleh dong yaa. Stop pencurian konten, jadilah orang yang bangga akan karya sendiri, jangan cuma jiplak mentah alias copy-paste dari postingan orang lain. Jika postingan ini bermanfaat dan Anda suka, silahkan share dengan cara yang baik tanpa memutus viralitas dari sumber aslinya. Caranya? Tuh kan ada tombol sosial media (facebook, whatsapp, G+, twitter, pinterest, dll) di bawah setiap postingan, nahhh itu diklik aja tanpa mengkopi dan mengupload ulang konten dari sini ke blog atau sosial media milik Anda. Lagian masa bangga sih jadi tukang jiplak? Ke anak bilangnya "sekolah yang bener, jangan nyontek, belajar yang rajin", ehhh yang lebih tua malah kerjaannya jiplak bin copas sana-sini thok.

Like Facebook page Recipes by Rina & klik join di blog ini untuk mendapatkan aneka update terbaru. Have a great time in your kitchen, I'll see you again in another post (when I feel like writing).


0 replies:

Post a Comment

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan, memberi saran, atau sekedar berkomentar tentang postingan ini.